MAKALAH
KAPITA SELEKTA PENDIDIKAN DI SD
BERENANG

Dosen
Pengampu : Asih Setiyaningsih Spd. Mpd
Disusun
Oleh :
Agung
Wibowo
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ( FKIP )
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON ( UMC )
2011
BAB I
Pendahuluan
A.
Latar
Belakang Masalah
Indonesia merupakan negara
kepulauan. Lebih dari dua pertiga wilayahnya terdiri atas lautan dengan ribuan
pulau dan pantainya. Renang telah dikenal
sejak masa prasejarah. Lukisan dari Jaman Batu telah ditemukan di dalam “gua
para perenang” dekat Wadi Sora (atau Sura) dibagian barat-daya Mesir.
Referensi
tulisan yang berasal dari 2000 tahun sebelum masehi, termasuk Gilgamesh, Iliad,
dan Odyssey, Injil (Ezekiel 47:5, Perjanjian 27:42, Isaiah 25:11, Beowulf, dan
hikayat lainnya). Pada tahun 1538 Nicolas Wynman, Profesor bahasa berkebangsaan
Jerman, menulis buku renang pertama kali, “Colymbetes”. Kompetisi renang di
Eropa dimulai sekitar tahun 1800, sebagian besar menggunakan gaya dada.
Gaya
bebas, yang kemudian disebut the trudgen, diperkenalkan pada tahun 1973 oleh
John Arthur Trudgen, menirunya dari Orang Amerika asli. Renang menjadi bagian
dari pertandingan Olympiade modern yang pertama tahun 1896 di Atena. Pada tahun
1902 the trudgen diperbaharui oleh Richard Cavill, menggunakan sentakan
mengibas. Pada tahun 1908, asosiasi renang sedunia, Federasi Renang Amatir
International (FINA/ Federation Internationale de Natation de Amateur)
dibentuk. Gaya kupu-kupu pertama kali merupakan variasi dari gaya dada, sampai
akhirnya ia diterima sebagai gaya yang terpisah pada tahun 1952.
B. Rumusan
Masalah
Adapun rumusan masalah
dalam penulisan makalah ini adalah :
1. Bagaimanamana
caranya supaya kita mengetahui Teknik Dasar berenang dan Gaya-gaya Renang ?
2. Bagaimana
agar mengerti manfaat berenang ?
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Perkembangan
renang di Indonesia
Renang merupakan salah satu cabang
olahraga yang banyak digemari oleh banyak orang. Sejak sebelum kemerdekaan, di negara kita telah ada beberapa kolam renang
yang indah dan baik. Akan tetapi pada waktu itu, kesempatan bagi orang-orang Indonesia untuk
belajar berenang tidak mungkin. Hal ini disebabkan setiap kolam renang yang
dibangun hanyalah diperuntukkan bagi para bangsawan dan penjajah saja.
Memang waktu itu ada juga kolam renang yang dibuka bagi masyarakat
banyak, akan tetapi harga tiket masuk sedemikian tingginya, sehingga para
pengunjung tertentu tidak bisa membayar tiket masuk untuk berenang.
Salah satu dari sekian banyak kolam renang yang dibangun setelah tahun
1900 adalah kolam renang Cihampelas di Bandung yang didirikan pada tahun 1904.
Sesuai dengan tempat kelahiran kolam renang Cihampelas, maka awal dari kegiatan
olahraga renang di Indonesia
dapat dikatakan mulai dari Bandung .
B. Dasar Belajar Renang
Hal
– hal yang harus dilakukan sebelum berenang adalah sebagai berikut :
1. Melakukan
pemanasan untuk mencegah terjadinya kejang – kejang otot pada saat berenang.
Pemanasan senam bisa dilakukan dengan cara menggerak – gerakkan badan (senam
kecil) atau dengan berlari – lari kecil.
2. Mandi
pada air pencuran yang tersedia sebelum masuk ke kolam renang. Hal ini
dimaksudkan untuk memastikan bawa tubuh dalam keadaan bersih dan tubuh dapat
menyesuaikan dengan suhu air.
3. Latihlah
irama kaki terlebih dahulu, sebelum bentuk – bentuk latihan lainnya.
4. Ukurlah
kemampuan diri atau disesuaikan dengan kemampuannya.
5. Memakai
pakaian renang yang berwarna (tidak putih) karena air kolam dapat menyebabkan
pakaian berwarna putih berubah menjadi kekuning – kuningan (mangkak)
6. Berjalan
– jalan terlebih dahulu di dalam kolam dengan kedalaman yang cocok merupakan
kesenangan yang menarik.
7. Jangan
berenang dalam keadaan perut kosong atau terlalu kenyang. Karena dalam berenang
diperlukan banyak tenaga dan apabila perut terlalu kenyang maka beban tubuh
menjadi lebih berat.
Hal
– hal yang harus dilakukan sesudah berenang :
1. Membasuh
mata agar bersih dari kotoran. Hal ini perlu dilakukan karena air di dalam
kolam renang biasanya.
2. Jika
telinga kemasukan air, diusahakan air bisa keluar kembali sambil loncat –
loncat atau dengan cara yang lain.
3. Keringkan
pakaian renang di tempat yang teduh (tidak panas)
4. Istirahat
cukup
5. Makan
cukup
C. Macam-macam Gaya dalam Berenang
a. Gaya
bebas
Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air.
Kedua belah tangan secara
bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua
belah kaki secara bergantian
dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah Sewaktu berenang gaya bebas, posisi
wajah menghadap ke permukaan
air. Pernapasan dilakukan saat
lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala
berpaling ke samping.Sewaktu mengambil napas,
perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas
merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air.
Gaya bebas merupakan gaya yang tidak terikat dengan
teknik-teknik dasar tertentu. Gaya bebas
dilakukan dengan beraneka ragam gerakan dalam berenang yang bisa membuat
perenang dapat melaju di dalam air. Sehingga
gerakan dalam gaya bebas bisa di gunakan oleh beberapa orang, baik yang sudah
terlatih maupun para pemula.
b. Gaya
dada
Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk
renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala
dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Gaya dada atau gaya katak
adalah berenang dengan posisi dada
menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu
dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke
arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan
membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan.
Gerakan tubuh meniru gerakan katak
sedang berenang sehingga disebut gaya katak.
Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali
gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.
Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada
atau gaya bebas. Di
antara ketiga nomor renang resmi yang diatur Federasi
Renang Internasional, perenang gaya dada adalah perenang yang paling
lambat.
c. Gaya
Punggung
Sewaktu berenang gaya punggung, orang berenang dengan posisi
punggung
menghadap ke permukaan air. Posisi wajah
berada di atas air sehingga orang mudah mengambil napas.
Namun perenang hanya dapat melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan.
Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung
jumlah gerakan.
Dalam gaya punggung, gerakan lengan dan kaki serupa dengan gaya bebas,
namun dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara
bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air
sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung.
Sewaktu berlomba, berbeda dari sikap start
perenang gaya bebas, gaya dada, dan gaya kupu-kupu yang
semuanya dilakukan di atas balok start, perenang gaya punggung melakukan start
dari dalam kolam. Perenang menghadap ke dinding
kolam dengan kedua belah tangan memegang besi pegangan.
Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua belah telapak kaki bertumpu di
dinding kolam.
Gaya
punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno. Pertama kali diperlombakan di Olimpiade Paris 1900,
gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang diperlombakan setelah gaya
bebas.
d. Gaya
Kupu – kupu
Gaya kupu-kupu atau gaya lumba-lumba adalah salah satu gaya
berenang dengan posisi dada
menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan
ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan
menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul
dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.
Gaya kupu-kupu diciptakan tahun 1933, dan merupakan gaya berenang
paling baru. Berbeda dari renang gaya lainnya,
perenang pemula yang belajar gaya kupu-kupu perlu waktu lebih lama untuk
mempelajari koordinasi gerakan tangan dan kaki.
Berenang gaya kupu-kupu juga menuntut kekuatan yang lebih
besar dari perenang. Kecepatan renang gaya
kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan. Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang
lebih cepat dari perenang gaya bebas.
Dibandingkan dalam gaya berenang lainnya, perenang gaya kupu-kupu tidak dapat
menutupi teknik gerakan yang buruk dengan mengeluarkan tenaga yang lebih besar.
D.
Manfaat
renang bagi tubuh
Sebagai
garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Meningkatkan
kualitas jantung dan peredaran darah
Jantung merupakan organ tubuh yang memompa
darah agar mengalir ke seluruh tubuh, sedangkan darah tersebut mengangkut sari
– sari makanan dan oksigen sehingga terjadi proses pembakaran serta
menghasilkan energi yang diperlukan untuk bergerak.
2. Meningkatkan
kapasitas vital paru – paru
Paru – paru berfungsi untuk mengambil
oksigen yang sangat diperlukan dalam proses oksidasi (pembakaran). Renang akan
melatih kerja paru – paru dan meningkatkan kemampuan paru – paru untuk
mengambil oksigen yang banyak. Dengan terpenuhinya oksigen maka proses
pembakaran dalam tubuh menjadi lancar sehingga energi yang diperlukan dapat
terpenuhi.
3. Mempengaruhi
otot
Ketika berenang akan terjadi gerakan otot
yang dinamis dan otot akan bekerja terus menerus. Hal ini akan membuat serabut
otot bertambah banyak dan bertambah kuat. Sehingga otot – otot tubuh akan
kelihatan lebih berisi / padat.
4.
Menambah
tinggi badan
Berenang secara baik dan
benar akan membuat tubuh tumbuh lebih tinggi (bagi yang masih dalam pertumbuhan
tentunya).
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Renang merupakan
olahraga yang sangat digemari banyak orang. Dalam berenang ada bermacam-macam gaya diantaranya gaya
bebas, gaya dada, gaya
punggung dan gaya
kupu-kupu. Sebelum berenang juga kita dianjurkan untuk melakukan gerakan
pemanasan yang bertujuan untuk melemaskan otot agar tidak terjadi kecelakaan
atau cedera saat berenang. Olahraga renang juga mempunyai beberapa manfaat yang
baik untuk tubuh kita, diantaranya Meningkatkan kualitas jantung dan peredaran
darah, Meningkatkan kapasitas vital paru – paru, Mempengaruhi otot dan Menambah tinggi badan.
B. Saran
-
Sebaiknya
sebelum kita berenang alangkah baiknya kita melakukan gerakan pemasan terlebih
dahulu
-
Jangan
berenang ditempat yang sekiranya tidak sesuai dengan kemampuan kita
-
Jangan
berenang dalam keadaan perut kosong
DAFTAR PUSTAKA
- Buku
Panduan Program Penyetaraan D- II Guru Sekolah Dasar
- http://barudakcbr.blogspot.com/2009/01/makalah-renang.html
- http://hadiprayz.wordpress.com/2009/12/04/sejarah-renang-di-indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
jangan sungkan-sungkan untuk komentar di blog saya, karena itu akan seditkit membantu saya untuk kemajuan blog saya
kluncur.blogspot